Kamis, 02 April 2020

JANGANLAH MEMFITNAH ORANG



(YAKOBUS 4:11-12)     
Yakobus 4:11 (TB)  Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.
Yakobus 4:12 (TB)  Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
A.     SAUDARA-SAUDARAKU,JANGANLAH KAMU SALING MEMFITNAH.
Yakobus menasihati jemaat penerima surat ini,agar jangan saling memfitnah.
Pengertian Fitnah :
§  Memfitnah dalam kamus bahasa Indonesia adalah perkataan bohong dengan maksud menjelekkan orang lain seperti  menodai nama baik,merugikan kehormatan orang .       
§  Kata memfitnah dalam Yakobus 4:11 ini tertulis dalam bahasa aslinya (Yunani :”Katalaleo”: Artinya memfitnah,menentang,mencela.
     Fitnah ini adalah sesuatu yang sangat serius,dan tidak dapat kita pandang sebagai sesuatu yang biasa.
“Memfitnah sama dengan menyebarkan kabar bohong.”.


Keluaran 23:1 "Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.
          Biasanya fitnah lahir karena kebencian.Maka seringkali fitnah dikaitkan dengan membunuh  dalam arti luas:seperti membunuh kesempatan bekerja/berkarya bagi orang lain;memutuskan tali persaudaraan antar dua pihak;menghancurkan profesi orang lain,dll.Saat ini di TV
Lagi mengurusi masalah Hoax:berita atau cerita bohong.
         Firman Tuhan dengan tegas melarang kita untuk       menyebarkan kabar bohong.Tidak pantas lagi anak-anak Tuhan menyebarkan kabar bohong untuk merusak pribadi seseorang.

Alkitab sendiri  mencatat contoh-contoh orang -orang yang melakukan fitnah:
1.      ISTRI FOTIPAR MEMFITNAH YUSUF
(KEJ 39:11-20)
Kejadian 39:11  Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorang pun tidak ada di rumah.
12.Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.
13.Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,
14.dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
15.Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
16.Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang.
17.Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.
18.Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
19.Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.
20. Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.


FITNAH YANG DILAKUKAN ISTRI POTIFAR:

1.Perempuan itu menuduh Yusuf di depan pelayan-pelayan lainnya (ay. 13-15) dan merusak nama baiknya di antara mereka. Mungkin mereka dengki terhadap dia karena dia mendapat perkenanan tuannya, dan karena wewenangnya di dalam rumah. Dan mungkin kadang kala mereka merasa dirugikan oleh kesetiaannya, yang menghalangi mereka mencuri. Oleh karena itu mereka senang mendengar apa pun yang cenderung dapat mempermalukan dia, dan ketika istri tuannya menceritakan tentang perbuatan Yusuf  kepada nereka ,hal itu  peluang untuk menyulut istri tuan mereka supaya lebih marah lagi kepadanya.

2. Perempuan itu menyalahkan Yusuf di depan suaminya:yang memiliki kuasa untuk menghukum Yusuf (ay. 17-18).

Cerita yang disampaikan perempuan itu, dengan menjadikan baju Yusuf sebagai bukti bahwa Yusuf telah melakukan kekerasan terhadap dia, padahal itu merupakan tanda nyata bahwa dialah yang melakukan kekerasan terhadap Yusuf. Itu suatu kebohongan yang paling kejam.

3.Dia mengaturnya untuk membangkitkan kemarahan suaminya terhadap Yusuf.                      Ia menyalahkan suaminya yang membawa hamba Yahudi ini ke antara mereka. Perhatikanlah, bukan hal baru lagi bagi orang-orang terbaik jika mereka difitnah melakukan kejahatan besar oleh orang-orang yang adalah penjahat-penjahat besar sendiri. Ketika persoalan ini diceritakan oleh perempuan itu, orang yang mendengarnya mungkin akan berpikir bahwa Yusuf yang kudus itu seorang laki-laki yang sangat jahat dan istri Potifar yang sundal itu seorang perempuan yang berbudi luhur.

4.Bukti-bukti yang ditunjukkan Istri Potifar (ay.14-19)-yaitu baju Yusuf.Ketika suaminya melihat bukti dan cerita istrinya tentang apa yang dilakukan Yusuf kepada istrinya, sangat meyakinkan,itulah yang mengakibatkan suaminya marah dan kemudian Yusuf ditangkap dan dimasukkan ke penjara.
Catatan:
Orang pemfitnah itu selalu berusaha meyakinkan cerita bohongnya  dengan bukti-bukti yang sepertinya meyakinkan,tetapi semuanya dibalut dengan kebohongan (bukti palsu ).
Potifar langsung yakin akan cerita istrinya,dan langsung bertindak dengan memasukkan Yusuf ke dalam penjara.Potifar tidak tahu sebenarnya Yusuf tidak berbuat jahat kepada Potifar tetapi istrinya yang jahat.Yusuf masuk penjara dengan tuduhan kasus amoral (rencana pemerkosaan),nama baiknya hancur.Hati-hati mendengarkan ketika seseorang datang kepada kita dengan menyampaikan berita bohong tentang pribadi seseorang.
Banyak orang  mengalami kesusahan dan nama baiknya hancur dimuka umum karena korban fitnah.

Apakah pantas anak-anak Tuhan berbuat seperti Istri Potifar ini ? Sangat tidak pantas.Sebagai anak-anak Tuhan berhenti memfitnah dan hati-hati mendengarkan cerita seseorang yang didalamnya unsur menjelek-jelekkan pribadi seseorang.Sekalipun mungkin benar,tetapi jika tidak terlalu prinsif,abaikanlah dan tutupilah,Firman Tuhan berkata “kasih menutupi banyak pelanggaran atau dosa “.
            
2.      ORANG-ORANG YAHUDI MEMFITNAH STEFANUS
( KIS 6:13-14)
Kisah Para Rasul 6:8 . Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.
Kisah Para Rasul 6:9.Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini — anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria — bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus,
10.tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.
11.Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: "Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah."
12.Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.
13.Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata: "Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat,
14.sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita."

“Stefanus mati karena dilempari orang banyak “
Paling gampang membangkitkan amarah orang banyak dengan memakai agama.

Firman Tuhan juga mengatakan dengan tegas akibat dari fitnah :
1.      Menceraikan sahabat
Amsal 16:28 Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.


Mereka yang iri hati terhadap penghiburan yang dirasakan seseorang karena mempunyai sahabat. Mereka berbuat semampu mereka untuk menghancurkan persahabatan itu, dengan memanas-manasi kedua belah pihak sehingga terjadi perseteruan di antara dua orang yang sudah seperti saudara dan sudah lama akrab,  kesal melihat orang lain hidup di dalam kasih. Dan oleh sebab itu, ia menyibukkan diri untuk menimbulkan pertengkaran, dengan menjelek-jelekkan yang satu dengan yang lainnya, dengan berdusta dan menceritakan hal-hal yang buruk di antara sahabat karib, sehingga menceraikan yang satu dari yang lain, dan membuat mereka saling marah, atau setidak-tidaknya saling curiga. Jahatlah orang-orang, baik pria maupun wanita, yang melakukan pekerjaan-pekerjaan tercela seperti itu. Mereka mengerjakan pekerjaan Iblis.
Firman Tuhan berkata:
Yakobus 3:5.Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
6.Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

2.      Pertengkaran
Amsal 26:20 Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran.

Pertengkaran itu seperti api. Ia membuat panas jiwa, membakar habis segala sesuatu yang baik, dan menghanguskan semua keluarga dan masyarakat.

1. Kita tidak boleh memberi telinga kepada para pemfitnah, sebab mereka memberikan bahan bakar untuk menyalakan api pertengkaran. Bahkan, mereka menyebarkannya dengan bahan yang mudah terbakar. Cerita-cerita yang mereka bawa adalah bola-bola api. Mereka yang menjelek-jelekan orang lain, membocorkan rahasia-rahasia, dan menyalahartikan berbagai perkataan dan perbuatan, melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk membuat saudara-saudara, teman-teman, dan tetangga-tetangga cemburu satu sama lain, untuk menjauhkan satu dari yang lainnya, dan menabur perpecahan di antara mereka, harus diusir dari semua keluarga dan masyarakat. Dengan begitu, pertengkaran pasti akan berhenti karena api akan padam apabila tidak ada bahan bakar.. Para penggunjing dan pemfitnah adalah penyulut-penyulut api yang tidak boleh dibiarkan.Oleh sebab itu, kita sendiri bukan saja tidak boleh sekali-kali menjadi pemfitnah, atau melakukan pekerjaan-pekerjaan jahat apa saja, tetapi juga tidak boleh memberikan sokongan sedikit pun kepada para pemfitnah.




B.     BAGAIMANA MENGHADAPI FITNAH ?

Hadapi dengan kasih ( Maz 109).
Hadapi dengan doa seperti yang pernah dilakukan oleh raja Daud ketika dia difitnah oleh orang-orang yang memusuhinya,

Mazmur 109:26  Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu,
27.supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya TUHAN, yang telah melakukannya.
28.Biar mereka mengutuk, Engkau akan memberkati; biarlah lawan-lawanku mendapat malu, tetapi hamba-Mu ini kiranya bersukacita.


C.     BOLEHKAH ORANG KRISTEN MEMFITNAH ?
1.      Harus menjauhkan diri dari memfitnah
Mazmur 15:1.TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?
2.Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
3.yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; Jangan gampang terpengaruh karena mendengar fitnah










Quotes kristen wijaya