khotbah Wijaya Naibaho
Senin, 25 Mei 2020
Kamis, 21 Mei 2020
Selasa, 19 Mei 2020
Senin, 11 Mei 2020
Kamis, 02 April 2020
JANGANLAH MEMFITNAH ORANG
(YAKOBUS
4:11-12)
Yakobus 4:11 (TB) Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling
memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela
hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah
penurut hukum, tetapi hakimnya.
Yakobus 4:12 (TB) Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu
Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau,
sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
A. SAUDARA-SAUDARAKU,JANGANLAH
KAMU SALING MEMFITNAH.
Yakobus menasihati jemaat penerima surat ini,agar
jangan saling memfitnah.
Pengertian Fitnah :
§ Memfitnah dalam kamus bahasa
Indonesia adalah perkataan bohong dengan maksud menjelekkan orang lain seperti menodai nama baik,merugikan kehormatan orang .
§ Kata memfitnah dalam
Yakobus 4:11 ini tertulis dalam bahasa aslinya (Yunani :”Katalaleo”: Artinya memfitnah,menentang,mencela.
Fitnah ini adalah sesuatu yang sangat
serius,dan tidak dapat kita pandang sebagai sesuatu yang biasa.
“Memfitnah
sama dengan menyebarkan kabar bohong.”.
Keluaran 23:1 "Janganlah engkau
menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan
menjadi saksi yang tidak benar.
Biasanya fitnah lahir karena
kebencian.Maka seringkali fitnah dikaitkan dengan membunuh dalam arti luas:seperti membunuh kesempatan
bekerja/berkarya bagi orang lain;memutuskan tali persaudaraan antar dua
pihak;menghancurkan profesi orang lain,dll.Saat ini di TV
Lagi mengurusi masalah Hoax:berita atau
cerita bohong.
Firman
Tuhan dengan tegas melarang kita untuk
menyebarkan kabar bohong.Tidak pantas lagi anak-anak Tuhan menyebarkan
kabar bohong untuk merusak pribadi seseorang.
Alkitab sendiri mencatat contoh-contoh orang -orang yang
melakukan fitnah:
1.
ISTRI FOTIPAR MEMFITNAH YUSUF
(KEJ 39:11-20)
Kejadian 39:11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah
untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorang pun tidak ada
di rumah.
12.Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf
sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan
bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.
13.Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf
meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar,
14.dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu
katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya
orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan
aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
15.Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak
sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
16.Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya,
sampai tuan rumah pulang.
17.Perkataan itu jugalah yang diceritakan
perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke
mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku.
18.Tetapi ketika aku berteriak
sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar."
19.Baru saja didengar oleh tuannya perkataan
yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh
hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya.
20. Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan
dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah
Yusuf dipenjarakan di sana.
FITNAH YANG DILAKUKAN ISTRI POTIFAR:
1.Perempuan
itu menuduh Yusuf di depan pelayan-pelayan lainnya (ay. 13-15) dan merusak nama
baiknya di antara mereka. Mungkin mereka
dengki terhadap dia karena dia mendapat perkenanan tuannya, dan karena
wewenangnya di dalam rumah. Dan mungkin kadang kala mereka merasa dirugikan
oleh kesetiaannya, yang menghalangi mereka mencuri. Oleh karena itu mereka
senang mendengar apa pun yang cenderung dapat mempermalukan dia, dan ketika istri
tuannya menceritakan tentang perbuatan Yusuf kepada nereka ,hal itu peluang untuk menyulut istri tuan mereka
supaya lebih marah lagi kepadanya.
2. Perempuan itu menyalahkan Yusuf di depan suaminya:yang memiliki
kuasa untuk menghukum Yusuf (ay. 17-18).
Cerita yang disampaikan perempuan itu, dengan menjadikan
baju Yusuf sebagai bukti bahwa Yusuf telah melakukan kekerasan terhadap dia, padahal
itu merupakan tanda nyata bahwa dialah yang melakukan kekerasan terhadap Yusuf.
Itu suatu kebohongan yang paling kejam.
3.Dia
mengaturnya untuk membangkitkan kemarahan suaminya terhadap Yusuf. Ia menyalahkan suaminya yang membawa hamba
Yahudi ini ke antara mereka. Perhatikanlah, bukan hal baru lagi bagi orang-orang terbaik jika mereka
difitnah melakukan kejahatan besar oleh orang-orang yang adalah
penjahat-penjahat besar sendiri. Ketika persoalan ini diceritakan oleh
perempuan itu, orang yang mendengarnya mungkin akan berpikir bahwa
Yusuf yang kudus itu seorang laki-laki yang sangat jahat dan istri Potifar yang
sundal itu seorang perempuan yang berbudi luhur.
4.Bukti-bukti
yang ditunjukkan Istri Potifar (ay.14-19)-yaitu baju Yusuf.Ketika suaminya melihat bukti dan cerita istrinya tentang apa yang
dilakukan Yusuf kepada istrinya, sangat meyakinkan,itulah yang mengakibatkan
suaminya marah dan kemudian Yusuf ditangkap dan dimasukkan ke penjara.
Catatan:
Orang pemfitnah itu selalu berusaha meyakinkan cerita
bohongnya dengan bukti-bukti yang
sepertinya meyakinkan,tetapi semuanya dibalut dengan kebohongan (bukti palsu ).
Potifar langsung yakin akan cerita istrinya,dan langsung
bertindak dengan memasukkan Yusuf ke dalam penjara.Potifar tidak tahu
sebenarnya Yusuf tidak berbuat jahat kepada Potifar tetapi istrinya yang jahat.Yusuf
masuk penjara dengan tuduhan kasus amoral (rencana pemerkosaan),nama baiknya
hancur.Hati-hati mendengarkan ketika seseorang datang kepada kita dengan menyampaikan
berita bohong tentang pribadi seseorang.
Banyak orang mengalami kesusahan dan nama baiknya hancur
dimuka umum karena korban fitnah.
Apakah pantas anak-anak Tuhan berbuat seperti Istri
Potifar ini ? Sangat tidak pantas.Sebagai anak-anak Tuhan berhenti memfitnah
dan hati-hati mendengarkan cerita seseorang yang didalamnya unsur
menjelek-jelekkan pribadi seseorang.Sekalipun mungkin benar,tetapi jika tidak
terlalu prinsif,abaikanlah dan tutupilah,Firman Tuhan berkata “kasih menutupi banyak
pelanggaran atau dosa “.
2.
ORANG-ORANG YAHUDI MEMFITNAH STEFANUS
(
KIS 6:13-14)
Kisah Para Rasul 6:8 . Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia
dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.
Kisah Para Rasul 6:9.Tetapi tampillah beberapa orang dari
jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini — anggota-anggota jemaat itu
adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria — bersama dengan beberapa
orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan
Stefanus,
10.tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh
yang mendorong dia berbicara.
11.Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan:
"Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan
Allah."
12.Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan
di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap
Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.
13.Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata:
"Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus
ini dan hukum Taurat,
14.sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa
Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat
yang diwariskan oleh Musa kepada kita."
“Stefanus mati karena dilempari orang banyak “
Paling gampang membangkitkan amarah orang banyak dengan memakai
agama.
Firman Tuhan juga mengatakan dengan tegas akibat dari
fitnah :
1.
Menceraikan sahabat
Amsal 16:28 Orang yang curang menimbulkan
pertengkaran, dan
seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.
Mereka yang iri hati terhadap penghiburan yang dirasakan
seseorang karena mempunyai sahabat. Mereka berbuat semampu mereka untuk
menghancurkan persahabatan itu, dengan memanas-manasi kedua belah pihak
sehingga terjadi perseteruan di antara dua orang yang sudah seperti saudara dan
sudah lama akrab, kesal melihat orang
lain hidup di dalam kasih. Dan oleh sebab itu, ia menyibukkan diri untuk
menimbulkan pertengkaran, dengan menjelek-jelekkan yang satu dengan yang
lainnya, dengan berdusta dan menceritakan hal-hal yang buruk di antara sahabat
karib, sehingga menceraikan yang satu dari yang lain, dan membuat mereka saling
marah, atau setidak-tidaknya saling curiga. Jahatlah orang-orang, baik pria
maupun wanita, yang melakukan pekerjaan-pekerjaan tercela seperti itu. Mereka
mengerjakan pekerjaan Iblis.
Firman
Tuhan berkata:
Yakobus 3:5.Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota
kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah,
betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
6.Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia
kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai
sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia
sendiri dinyalakan oleh api neraka.
2.
Pertengkaran
Amsal 26:20 Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah
tak ada, redalah pertengkaran.
Pertengkaran itu seperti api. Ia membuat panas jiwa,
membakar habis segala sesuatu yang baik, dan menghanguskan semua keluarga dan
masyarakat.
1. Kita tidak boleh memberi telinga kepada para
pemfitnah, sebab mereka memberikan bahan bakar untuk menyalakan api
pertengkaran. Bahkan, mereka menyebarkannya dengan bahan yang mudah terbakar.
Cerita-cerita yang mereka bawa adalah bola-bola api. Mereka yang
menjelek-jelekan orang lain, membocorkan rahasia-rahasia, dan menyalahartikan
berbagai perkataan dan perbuatan, melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk
membuat saudara-saudara, teman-teman, dan tetangga-tetangga cemburu satu sama
lain, untuk menjauhkan satu dari yang lainnya, dan menabur perpecahan di antara
mereka, harus diusir dari semua keluarga dan masyarakat. Dengan begitu, pertengkaran
pasti akan berhenti karena api akan padam apabila tidak ada bahan bakar..
Para penggunjing dan pemfitnah adalah penyulut-penyulut api yang tidak boleh
dibiarkan.Oleh sebab itu, kita sendiri bukan saja tidak boleh sekali-kali
menjadi pemfitnah, atau melakukan pekerjaan-pekerjaan jahat apa saja, tetapi
juga tidak boleh memberikan sokongan sedikit pun kepada para pemfitnah.
B. BAGAIMANA
MENGHADAPI FITNAH ?
Hadapi dengan kasih ( Maz 109).
Hadapi dengan doa seperti yang pernah dilakukan oleh raja
Daud ketika dia difitnah oleh orang-orang yang memusuhinya,
Mazmur 109:26
Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih
setia-Mu,
27.supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa
Engkaulah, ya TUHAN, yang telah melakukannya.
28.Biar mereka mengutuk, Engkau akan memberkati; biarlah
lawan-lawanku mendapat malu, tetapi hamba-Mu ini kiranya bersukacita.
C. BOLEHKAH
ORANG KRISTEN MEMFITNAH ?
1. Harus
menjauhkan diri dari memfitnah
Mazmur 15:1.TUHAN, siapa yang boleh
menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?
2.Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan
apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
3.yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang
tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;
Jangan gampang terpengaruh karena mendengar fitnah
Langganan:
Postingan (Atom)
-
(YAKOBUS 4:11-12) Yakobus 4:11 (TB) Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya at...


















