5. BUTA ROHANI
Kejadian 34:1-2
Dalam
roma 2:17-24, Rasul Paulus menegur orang-orang Yahudi yang mengaku
memegangtaurat dan mengaku sebagai penuntun orang buta rohani,tetapi dalam
kenyataannya mereka sendirilah yang buta rohani.Banyak
orang yang dapat melihat ( mata jasmaninya) tetapi tetapi tidak menanggap (
mata rohaninya ), dapat mendengar tetapi tidak mengerti ( Mat 13:10-14 ).
Kata
“ Buta Rohani“ ( roma 2 ) = “ Porosis “
( Bhs Yunani ). Kata yang sama dipakai dalam Roma 11:25 yang punya arti “ Tegar “ = Keras, Kering (
Bhs Inggris “ Hard ), yang menunjuk pada mata jasmani menguasai hidup ( band. 1
Yohanes 2:16 ), dan mata yang buta menimbulkan dosa yang berhujung maut (
kematian kekal ). Kategori buta secara rohani apabila seseorang
tidak memiliki iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan,
kesalehan dan kasih (2 Petrus 1:5-7).
Ada 4 penyebab mata rohani buta dan cara
mengatasinya :
1. RASA
TAKUT ( 2 Raja-raja 8-17 )
Hamba nabi Elisa melihat musuh mengepung dengan pasukan khususnya dengan mata jasmaninya,
melihat itu, kengerian tentang ancaman kematian menguasai hamba itu dan
menimbulkan rasa takut yang sangat mencekam.
Perasaan takut mendorong hamba itu untuk mencari perlindungan
kasat mata, menurut dia saat itu tidak ada yang pantas untuk diandalkan,
tentara yang yang sebanding jumlah musuh tentu itu yang paling diharapkan, Nabi
Elisa hanya seorang Pelayan Tuhan yang tidak bisa berbuat banyak. Seperti kebanyakan dari kita sebagai anak Tuhan, yang telah
berulang-ulang mendengar firman Tuhan tentang janji kepastian akan pertolongan
ditengah masalah, janji pemeliharaan ditengah krisis, janji kesembuhan ditengah
badai penyakit yang tak kunjung sembuh, telah merusakkan mata rohani kita saat
ketakutan telah menguasai hidup kita.
Bagaimana cara mengatasinya?
Elisa berdoa agar mata hamba itu dapat
melihat. Mujizat terjadi, mata rohani hamba itu melek sehingga apa yang tidak
disadarinya ditengah ketakutannya membuatnya kaget tak kepalang, kerena
ternyata Allah telah utus pasukan khusus untuk berperang bagi mereka. Doa seperti yang dilakukan oleh Yakub saat rasa takut
bertemu Esau menguasainya, mengubah segalanya menjadi mungkin.
2.
Tidak percaya akan kuasa Allah (
Yohanes 11:23 )
Marta tidak percaya pada kuasa Tuhan Yesus, Sehingga
mencegah Tuhan Yesus untuk memerintahkan membuka pintu kubur dimana Lazarus di
makamkan. Ketidak percayaan itu membuat Marta tidak melihat ( Buta ) melihat
kesanggupan Tuhan Yesus yang berkuasa untuk melakukan segala perkara, termasuk
membangkitkan orang mati.
Ketidak percayaan ( Buta Rohani ) selalu berawal dari
kurangnya minat untuk mendengar Firman Allah, karena mata rohani Melek ( Iman =
melihat hal yang tak kasat mata ) itu terjadi saat mendengar Firman Tuhan (
Band: roma 10:17.)
Cara mengatasi kebutaan seperti ini adalah dengan cara
mendengar Firman Tuhan dengan baik-baik serta melakukan dengan Setia ( ul 28 :1
)
3.
MURAM, BERDUKA, KECEWA ( Lukas
24:13-35 )
Dua orang murid Yesus saat pergi ke Emaus setelah kematian
Yesus diliputi kesedihan yang sangat mendalam karena orang yang mereka
kasihi telah berpisah untuk selama-lamanya.
Mereka juga kecewa karena Yesus yang mereka kenal selama
itu adalah Tuhan Yesus yang hebat, malakukan banyak mujizat, membangkitkan
banyak orang dari kematian Fisik, kini telah pergi untuk selama-lamanya.
Kematian Yesus memupuskan pengharapan akan perjumpaan kembali dengan orang yang
sangat mereka kasihi dan banggakan selama ini.
Dan perasaan duka itu membuat mereka lupa bahwa apa yang
dijanjikan Yesus sebelumnya , bahwa di hari ke 3 Yesus akan bangkit kembali,
Hilangnya pengharapan itu membuat murid itu kehilangan
kesempatan untuk mengenali Yesus yang telah bersama dengan mereka dalam
perjalanan sebagai Tuhan atas kematian. Sehingga mereka tidak melakukan
hubungan secara rohani yaitu lewat doa, malah mereka hanya kecewa dan tidak
berbuat apa-apa.
Mungkin kita seperti kedua murid diatas:
Ketika kita telah menaruh percaya hanya pada Dia, dan telah
meletakkan segala pengarapan kita hanya pada-Nya, mengharapkan penggenapan
janji, pertolongan dan pemeliharaan, namun fakta berkata lain, keadaan yang
semula baik-baik saja , kini berangsur-angsur seolah-olah makin memburuk, dan
Akhirnya beragam pertanyaan menyesakkan hati
a)
Jika
Tuhan itu ada mengapa keadaan semakin merosot
b)
Jika
Allah yang kusembah sanggup menolong, mengapa usaha saya tidak semujur orang
lain yang tidak mengenal Tuhan, dsb
cara mengatasi kebutaan ini, mari undang Yesus ketika
saudara merasa ditinggal sendirian, Dia akan membuka mata rohani saudara
sehingga membuat saudara tercengang saat dia memperlihatkan Tujuan-Nya yang
sesungguhnya atas hidup kita
4.
MISKIN ROHANI ( Wahyu 3:14-18 )
Kaya secara jasmani tidak menjadi jaminan kekayaan secara
rohani, jemaat jenis ini sangat menjijikkan hati Tuhan ( Tuhan muntah ). Mereka
menyangka
Laodikia merupakan salah satu kota terkaya dan
menjadi pusat transaksi dan perdagangan. Jemaat dikenal telah memperkaya diri
dan merasa tidak kekurangan apa-apa. Padahal mereka tidak tahu bahwa sebenarnya
mereka melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang.
Perasaan ‘cukup’ di sini
adalah sesuatu yang begitu berbahaya. Inilah suatu bentuk penipuan diri dengan
menggantungkan hidup pada hal apa pun selain Tuhan. Suatu ilusi ketenangan dan
kecukupan padahal sudah jauh dari Allah. yang merasa dirinya cukup suci, saleh,
baik, dan benar sehingga dengan tegas dan yakin berkata bahwa dirinya tidak
membutuhkan Tuhan. Padahal Alkitab dengan jelas
mengatakan bahwa tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
Yesus sendiri mengajarkan
bahwa berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang
empunya Kerajaan Sorga.
Cara mengatasi kebutaan ini
adalah :
1.
Membeli Emas yang telah dimurnikan : emas=logam mulia, melewati
proses yang panjang , mulai dari proses pembakaran berulang-ulang untuk
menampilkan kemurniannya.untuk mengenali kwalitas hidup kita sehingga menjadi
orang kaya rohani adalah, masuk pada pemurnian, terima teguran Tuhan dan terima
ajaran Tuhan
Mantap om.
BalasHapusLanjutkan����
mantap...
Hapuslanjutkan juga perjuangan mu ya