Senin, 16 September 2019

BUTA ROHANI


5. BUTA ROHANI
Kejadian 34:1-2

Dalam roma 2:17-24, Rasul Paulus menegur orang-orang Yahudi yang mengaku memegangtaurat dan mengaku sebagai penuntun orang buta rohani,tetapi dalam kenyataannya mereka sendirilah yang buta rohani.Banyak orang yang dapat melihat ( mata jasmaninya) tetapi tetapi tidak menanggap ( mata rohaninya ), dapat mendengar tetapi tidak mengerti ( Mat 13:10-14 ).

Kata “ Buta  Rohani“ ( roma 2 ) = “ Porosis “ ( Bhs Yunani ). Kata yang sama dipakai dalam Roma 11:25  yang punya arti “ Tegar “ = Keras, Kering ( Bhs Inggris “ Hard ), yang menunjuk pada mata jasmani menguasai hidup ( band. 1 Yohanes 2:16 ), dan mata yang buta menimbulkan dosa yang berhujung maut ( kematian kekal ). Kategori buta secara rohani apabila seseorang tidak memiliki iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan dan kasih (2 Petrus 1:5-7).

Ada 4 penyebab mata rohani buta dan cara mengatasinya :

1.    RASA TAKUT  ( 2 Raja-raja 8-17 )
Hamba nabi Elisa melihat musuh mengepung dengan  pasukan khususnya dengan mata jasmaninya, melihat itu, kengerian tentang ancaman kematian menguasai hamba itu dan menimbulkan rasa takut yang sangat mencekam.

Perasaan takut mendorong hamba itu untuk mencari perlindungan kasat mata, menurut dia saat itu tidak ada yang pantas untuk diandalkan, tentara yang yang sebanding jumlah musuh tentu itu yang paling diharapkan, Nabi Elisa hanya seorang Pelayan Tuhan yang tidak bisa berbuat banyak. Seperti kebanyakan dari kita sebagai anak Tuhan, yang telah berulang-ulang mendengar firman Tuhan tentang janji kepastian akan pertolongan ditengah masalah, janji pemeliharaan ditengah krisis, janji kesembuhan ditengah badai penyakit yang tak kunjung sembuh, telah merusakkan mata rohani kita saat ketakutan telah menguasai hidup kita.

Bagaimana cara mengatasinya?
Elisa berdoa agar mata hamba itu dapat melihat. Mujizat terjadi, mata rohani hamba itu melek sehingga apa yang tidak disadarinya ditengah ketakutannya membuatnya kaget tak kepalang, kerena ternyata Allah telah utus pasukan khusus untuk berperang bagi mereka. Doa seperti yang dilakukan oleh Yakub saat rasa takut bertemu Esau menguasainya, mengubah segalanya menjadi mungkin.

2.    Tidak percaya akan kuasa Allah ( Yohanes 11:23 )
Marta tidak percaya pada kuasa Tuhan Yesus, Sehingga mencegah Tuhan Yesus untuk memerintahkan membuka pintu kubur dimana Lazarus di makamkan. Ketidak percayaan itu membuat Marta tidak melihat ( Buta ) melihat kesanggupan Tuhan Yesus yang berkuasa untuk melakukan segala perkara, termasuk membangkitkan orang mati.
Ketidak percayaan ( Buta Rohani ) selalu berawal dari kurangnya minat untuk mendengar Firman Allah, karena mata rohani Melek ( Iman = melihat hal yang tak kasat mata ) itu terjadi saat mendengar Firman Tuhan ( Band: roma 10:17.)
Cara mengatasi kebutaan seperti ini adalah dengan cara mendengar Firman Tuhan dengan baik-baik serta melakukan dengan Setia ( ul 28 :1 )

3.    MURAM, BERDUKA, KECEWA ( Lukas 24:13-35 )
Dua orang murid Yesus saat pergi ke Emaus setelah kematian Yesus diliputi  kesedihan yang  sangat mendalam karena orang yang mereka kasihi telah berpisah untuk selama-lamanya.
Mereka juga kecewa karena Yesus yang mereka kenal selama itu adalah Tuhan Yesus yang hebat, malakukan banyak mujizat, membangkitkan banyak orang dari kematian Fisik, kini telah pergi untuk selama-lamanya. Kematian Yesus memupuskan pengharapan akan perjumpaan kembali dengan orang yang sangat mereka kasihi dan banggakan selama ini.
Dan perasaan duka itu membuat mereka lupa bahwa apa yang dijanjikan Yesus sebelumnya , bahwa di hari ke 3 Yesus akan bangkit kembali,
Hilangnya pengharapan itu membuat murid itu kehilangan kesempatan untuk mengenali Yesus yang telah bersama dengan mereka dalam perjalanan sebagai Tuhan atas kematian. Sehingga mereka tidak melakukan hubungan secara rohani yaitu lewat doa, malah mereka hanya kecewa dan tidak berbuat apa-apa.
Mungkin kita seperti kedua murid diatas:
Ketika kita telah menaruh percaya hanya pada Dia, dan telah meletakkan segala pengarapan kita hanya pada-Nya, mengharapkan penggenapan janji, pertolongan dan pemeliharaan, namun fakta berkata lain, keadaan yang semula baik-baik saja , kini berangsur-angsur seolah-olah makin memburuk, dan Akhirnya beragam pertanyaan menyesakkan hati
a)    Jika Tuhan itu ada mengapa keadaan semakin merosot
b)    Jika Allah yang kusembah sanggup menolong, mengapa usaha saya tidak semujur orang lain yang tidak mengenal Tuhan, dsb
cara mengatasi kebutaan ini, mari undang Yesus ketika saudara merasa ditinggal sendirian, Dia akan membuka mata rohani saudara sehingga membuat saudara tercengang saat dia memperlihatkan Tujuan-Nya yang sesungguhnya atas hidup kita

4.    MISKIN ROHANI ( Wahyu 3:14-18 )
Kaya secara jasmani tidak menjadi jaminan kekayaan secara rohani, jemaat jenis ini sangat menjijikkan hati Tuhan ( Tuhan muntah ). Mereka menyangka
Laodikia merupakan salah satu kota terkaya dan menjadi pusat transaksi dan perdagangan. Jemaat dikenal telah memperkaya diri dan merasa tidak kekurangan apa-apa. Padahal mereka tidak tahu bahwa sebenarnya mereka melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang.
Perasaan ‘cukup’ di sini adalah sesuatu yang begitu berbahaya. Inilah suatu bentuk penipuan diri dengan menggantungkan hidup pada hal apa pun selain Tuhan. Suatu ilusi ketenangan dan kecukupan padahal sudah jauh dari Allah. yang merasa dirinya cukup suci, saleh, baik, dan benar sehingga dengan tegas dan yakin berkata bahwa dirinya tidak membutuhkan Tuhan. Padahal Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
Yesus sendiri mengajarkan bahwa berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Cara mengatasi kebutaan ini adalah :
1.    Membeli Emas yang telah dimurnikan : emas=logam mulia, melewati proses yang panjang , mulai dari proses pembakaran berulang-ulang untuk menampilkan kemurniannya.untuk mengenali kwalitas hidup kita sehingga menjadi orang kaya rohani adalah, masuk pada pemurnian, terima teguran Tuhan dan terima ajaran Tuhan



2 komentar:

Quotes kristen wijaya